Selasa, 18 September 2012

Sepotong . . .


Kadang membayangkan kamu berada disana bersama orang lain adalah fase tersulit dalam menjalani ini. Apa lagi yang mampu aku lakukan? apa lagi yang mampu ku perbuat jika semua yang kumiliki adalah kamu. Marah ku, tawaku, senyumku, sedihku, gundahku, gelisah ku, apapun yang kupikirkan hanya untuk menulis semua tentang kamu.
Lalu apa aku menjadi egois atas perasaan ini? semena mena atas hatiku. Orang orang berkata kalau aku sedang dilanda galau atau entah apa namanya, semacam itulah. Tapi dari sudut aku melihat, aku hanya sedang merenungimu dan semua kenangan tentang kamu yang slalu kujaga baik di dalam hatiku. Meski aku tak pernah membingkaimu dalam bahtera milikku, meski aku tak pernah mengikatmu selalu dalam dekap ku, meski aku tak selalu merangkulmu saat kamu terjatuh.
Ketahuilah aku rela menukar sebagian waktu yang kupunya untuk menjaga satu malam tidurmu, mengusap satu butiran air mata yang menetes di pipi mu.
Tak pernah aku menyesal karna aku tak bisa bersama mu selamanya, mengenal dan pernah bersama mu adalah hal yang indah di hidupku, membuatku mengerti banyak hal tentang rasa sakit, senang, bahagia . .