Minggu, 18 Maret 2012

memahami cinta yang mati

Karna meskipun kamu telah pergi . . bukan untuk kembali tapi selamanya, aku tetap mencintaimu. Tolong . . jangan kamu tanyakan kenapa, aku ingin tetap mencintaimu meski aku hanya memiliki bayangan mu. Cintaku tak akan mengganggu mu, tak kan pernah merepotkan mu, tak akan pernah meminta mu untuk membalasnya. Dalam diam dan sendiri aku terus menceritakan keindahan mu pada angan dan mimpi. Ku ceritakan tentang lembutnya senyummu, hangatnya sentuhan mu, manisnya saat bisa duduk bersama mu. Aku selalu bangga pernah memiliki mu seutuhnya tanpa keraguan, kamu yang mengajari ku melukis pelangi dan mewarnainya bersama. Kamu yang mengangkatku dari kesedihan dan membawa ku tertawa dan mengenal apa itu ketulusan, saling berbagi, memahami, mengalah, dan menjaga. Aku mengingat semuanya dengan baik, karna kamu adalah bagian yang aku butuhkan untuk melengkapi hati ku yang tak sempurna. 
Bukan nya aku tak pernah menyimpan makian dan dendam untuk mu, karna kamu pergi meninggalkan ku sendiri. Tahukah kamu?? aku tak mengerti apa yang terjadi. . .sungguh, aku menjadi pilu dan berteman bisu. Waktu membuatku memahami kepergian mu, sakit dan perih sekali hati ku karna aku memahami semua luka ini sendiri, aku selalu tak bisa tidur dengan nyenyak, aku tak bisa tertawa dengan lepas. Yaa. . .aku menjalani dan mencoba menemukan kebenaran kenyataan ini dalam isak tangis ku. Meski aku terjatuh dan berkeping, aku masih tetap membenarkan mu atas kesedihan apapun yang ku rasakan. Meski aku dendam dan mencaci mu (terkadang), kamu tetap penguasa atas apapaun yang kupikirkan, kuharapkan, dan ku inginkan.
Saat ini waktu membawa ku pada tahap dimana aku terus ingat pada mu, membawa ku pada tahap dimana aku harus memahami kehilangan. Aku bertahan untuk tetap hidup dengan sayatan sayatan luka di sekujur batinku. Aku berdiri tertatih dan merapuh tanpamu. Waktu akan semakin berlalu dan aku akan terbiasa tanpa mu, dan semua luka ini akan sembuh. Aku percaya hal itu. . . suatu hari nanti aku akan menemukan mu sebagai kenangan masa lalu. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar